Hipoktrit

Juli 12, 2009 iwanul Tinggalkan komentar

Hipokrit
Oleh: Tomo Djudin

Dalam kamus Oxford Advanced Learner’s, kata “Hypocrite” didefinisikan sebagai “a person who pretends to have moral standards or opinions that they do not actually have (hipokrit adalah orang yang berpura-pura mempunyai standar/patokan moral atau opini yang sebenarnya tidak dimilikinya). Dengan bahasa sederhana, hipokrid dapat diartikan sebagai orang yang antara apa yang dikatakannya berbeda dengan perbuatan aktualnya. Sosok atau figur manusia hipokrit, dalam pandangan ilmu jiwa modern, adalah sosok yang sedang sakit. Pada dirinya seolah-olah terbelah dua figur yang saling bertikai dalam satu tubuh. Figur yang satu menggambarkan dirinya berdasarkan tampilan-tampilan eksoterus (luar)nya, yang bisa terlihat dan terdengar oleh orang lain, misal pakaian, perkataan dan senyumannya. Figur yang lain adalah mencerminkan sifat indoteris (dalam)nya, yang tak dapat diketahui oleh siapapun. Akibat pertikaian figur kepribadian ini, seorang yang hipokrit akan menampakkan profil kepribadian negatif yang akan merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Paling sedikit ada tiga ciri atau sifat orang yang hipokrit, sebagaimana diuraikan secara singkat.

Tidak Amanah

Seorang yang hipokrit bukanlah orang yang amanah, baik dengan dirinya sendiri terlebih lagi dengan orang lain. Ia mendustai dirinya sendiri agar orang lain menerima atau menghargainya. Terlintas niat di hatinya ingin mendustai dan memperdayai orang lain, padahal ia telah mendustai dirinya sendiri. Dalam realitas yang sebenarnya, ia tidak sanggup memperdayai siapapun. Iapun sudah pasti tidak punya daya dan kekuatan sedikitpun untuk memperdayai Sang Pencipta, yang Maha Tahu apa saja yang “tertulis” dalam hati manusia. Pertentangan antara apa yang dikatakan dengan yang dikerjakannya inilah yang justru akan membongkar “kedok” di mata orang banyak mengenai hakikat siapa dirinya sebenarnya, walau sebagaimanapun ia berusaha menyamarkannya atau menyembunyikannya.

Senang Menyebar Fitnah

Ada analisis kejiwaan yang berusaha mengetahui profil orang yang hipokrit. Diperoleh hasil bahwa kepribadian orang hipokrit saling berkonspirasi dengan tabiatnya sendiri. Ia dianggap bertindak dalam kegelapan. Perkataannya dapat menimbulkan dan menyebarkan kebohongan serta fitnah. Dengan menggunakan berbagai pendekatan yang samar, terselubung, sistematis, teroganisir, dan menunggu tepat waktu, ia terus berusaha agar diakui benar, dapat diterima, dan dihargai orang lain. Ia akan gelisah melihat orang lain melebihi dia dan memperoleh sesuatu kebaikan/keuntungan. Demi untuk tujuan pribadi yang bersifat material atau duniawi, ia sanggup menyebar fitnah dan isu-isu negatif orang lain.

Bersifat Ulitarian

Kepribadian seorang hipokrit layaknya sosok pribadi yang “ulitarian”-suka mengambil keuntungan-mengingat ia bermain pada dua korelasi. Ia berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dari keduanya. Sikaf ambivalen atau plin-plan serperti inilah yang selalu diambil oleh orang-orang hipokrit sepanjang masa. Kemunafikan ini mempunyai rupa dan jenis yang sangat variatif (berbeda-beda) yang jumlahnya tak terbilang. Di antara yang paling menonjol adalah sifat “cari muka”, yaitu mendekati orang lain, terutama orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan dengan cara dimurkai Tuhan. ia berusaha membuat orang-orang tersebut merasa senang. Misalnya, memuji mereka dengan sesuatu yang tidak mereka miliki dan membungkuk-bungkukkan diri di hadapan mereka. Tujuannya adalah untuk mengharapkan “imbalan” yang lebih menguntungkan.

Pemicu utama munculnya sifat hipokrit ini, misalnya “cari muka”, sebagaimana dituturkan pakar ilmu jiwa, adalah karena takut dan tamak. Mencari muka merupakan penyakit jiwa dan sosial yang berkembang subur bagaikan wabah penyakit di tengah masyarakat dalam era/masa kemunduran. yaitu masa di mana banyak orang yang malah menjauhi dan mengendorkan pegangannya terhadap agamanya.

sumber : http://metamorfosiskehidupan.blogspot.com/2008/08/hipokrit-apakah-saya-atau-anda-yang.html?showComment=1247407689817#c190586735690219437

Categories: SOSIAL

Sejarah Kedokteran

Juli 12, 2009 iwanul Tinggalkan komentar

Kedokteran (Inggris: medicine) adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia dan penyakit serta pengobatannya.

Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.

Pusat dari praktek kedokteran adalah hubungan relasi antara pasien dan dokter yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.

Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.

Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi) membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.

Ilmu kedokteran yang seperti dipraktekkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran “ilmiah” (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).

Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.

Kini, ilmu genetika telah mempengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan perkembangan teknik biologi molekuler.

Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina. Penanganan terhadap penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh karena itu dimulailah industri obat.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran

Categories: Uncategorized

2 bln pertama

masih terlalu samar khidupan disini, seakan baru sebuah mimpi tahap awal,

di ibaratkan sebuah film, baru sebatas potongan prolog dan ada orang yg menawarkan makanan ringan,

nggak jelas ap yg td terlintas,,

ych kini cukup berjalan dalam malam, dan bersenandung kala hujan saja,

sukup segelas air putih dan nasi warteg lima ribuan…

karawaci, 5 juli ‘09

Categories: Uncategorized

mencari jodoh

Maret 24, 2009 iwanul Tinggalkan komentar

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan bagi kamu pasangan dari jenis kamu sendiri agar kamu sakinah bersamanya dan Dia menjadikan cinta dan kasih saying di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Ruum: 21).

Firman Allah di atas menyebutkan bahwa pernikahan bertujuan membuat seseorang merasa sakinah dan penuh cinta dan kasih saying kepada pasangannya. Hal ini memberikan petunjuk kepada kita agar laki-laki atau perempuan yang mau menikah memiliki gambaran tentang
calon pasangan yang memenuhi syarat dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang sakinah, penuh cinta dan kasih saying.

Dengan adanya tuntutan untuk memenuhi tujuan pernikahan sakinah, penuh cinta dan kasih saying, seorang laki-laki yang ingin membentuk rumah tangga harus memperoleh gambaran yang jelas tentang istri yang baik. Begitu pula dengan perempuan, ia harus mmiliki gambaran yang jelas tentang laki-laki yang baik untuk dijadikan suami.

Gambaran yang baik tentang orang yang akan dijadikan istri atau suami haruslah sesuai dengan tuntunan agama yang telah digariskan oleh Alquran dan sunah. Hal ini menuntut seseorang mengetahui dan mendalami sifat-sifat perempuan atau laki-laki yang baik untuk dijadikan suami atau istri. Dengan mengetahui sifat-sifat ini, seseorang akan memperoleh pegangan kokoh dalam menilai calon pasangannya.

Ringkasnya, setiap perempuan atau laki-laki yang hendak menempuh pernikahan harus mempelajari secara benar cirri-ciri laki-laki atau perempuan yang baik untuk menjadi pasangannya menurut ketentuan Islam. Dengan bekal ini, seseorang akan dapat memilih dan menentukan mana calon yang baik dan mana calon yang tidak baik bagi dirinya. Dengan memiliki gambaran yang pasti seperti digariskan oleh Islam, insya Allah kehidupan suami istri akan mencapai sasaran yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.

Categories: Uncategorized

STRATIFIKASI SOSIAL

September 27, 2008 iwanul Tinggalkan komentar

STRATIFIKASI SOSIAL

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Pengertian

Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

Ukuran kekuasaan dan wewenang

Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial

Categories: SOSIAL Tag:

pit onthel

September 27, 2008 iwanul Tinggalkan komentar

pit onthel

Sepeda adalah sebuah alat transportasi roda dua yang dijalankan tenaga manusia. Sepeda pertama kali dibuat di negara Prancis pada 1791. Pada tahun 1817 Baron Von Drais de Sauerbrun membuat sepeda kayu tanpa pedal yang pertama. Sepeda ini disebut Hobby Horse (sepeda kuda-kudaan). Dan pada 1839 sepeda memakai pedal pertama kali digunakan, namun bentuknya juga sangat lucu, karena roda depan besar sementara roda belakang kecil. Sehingga cara memakainya pun dibutuhkan keterampilan akrobatik.

Sepeda telah hadir di masyarakat Indonesia sejak akhir abad ke-19.Masuknya sepeda-sepeda tersebut tentu tak lepas dari peran Belanda yang menjajah Indonesia. Pada zaman penjajahan sampai dengan sekitar 1970, sepeda onthel adalah alat transportasi favorit di kawasan perkotaan. Sepeda yang dipakai para kolonial kala itu dibawa dari negara asalnya. Baru setelah itu sepeda mulai dipakai para bangsawan, para misionaris dan saudagar kaya.

Di pedesaan, sepeda onthel merupakan barang mewah. Hanya pejabat, orang kaya, atau kaum bangsawan tersebutlah yang mempunyai sepeda onthel. Merek sepeda onthel yang dipakai pada saat itu menentukan derajat ekonomi pemakainya. Sebagai contoh, sepeda ontheldengan merek Gazelle dan Simplex merupakan sepeda yang dipakai golongan atas. Golongan dibawahnya kebanyakan memakai merek Batavus, Philips, Raleigh, Fongers, Humber, dan lain-lain.

Fiets, begitu para kolonial ini menyebut (menamakan) sepeda. Namun, karena lidah Jawa tak fasih, orang lantas menyebut dengan “pit”.

Sementara onthel dimaksudkan mengayuh, jadi sepeda onthel ini artinya sepeda yang di kayuh.


Menginjak 1970, keberadaan sepeda onthel buatan Eropa, Belanda, dan Inggris mulai digantikan buatan China merek Phoenix.
Jenis sepeda Phoenix yang sangat laku saat itu adalah jenis Jengki, selain bentuk fisik sepeda yang sesuai dengan orang Indonesia, harganya pun relatif terjangkau. Pada 1980-an, jenis sepeda yang paling diminati masyarakat adalah jenis sepeda federal atau sepeda gunung (MTB) selain bentuknya yang lebih sporty, juga ada yang dilengkapi dengan pengatur kecepatan sehingga memudahkan pengendaranya untuk mengayuh sepeda sesuai dengan medan yang dilewati.
Harga dan merek sepeda MTB sangat bervariasi. Di tahun tersebut sepeda benar-benar merupakan alat transportasi terbanyak yang dipakai masyarakat Indonesia dari semua golongan. Hal ini terbukti dengan sering dan banyaknya acara-acara funbike yang diselenggarakan di berbagai daerah dan diikuti ratusan atau bahkan ribuan peserta. Hingga kini sepeda MTB masih bertahan dengan teknologi yang terus dikembangkan, terutama peningkatan kualitas materialnya. Contohnya, sekarang ini dapat dijumpai sepeda MTB dengan bahan serat karbon sehingga kuat dan ringan. Tentu untuk menebusnya diperlukan kocek yang lumayan banyak. Dengan kondisi demikian, pengendara sepeda MTB dengan pakaian khusus bersepeda yang sering kita jumpai dijalan, rata-rata golongan menengah ke atas karena sepeda yang mereka pakai berharga di kisaran Rp2 juta ke atas.

Sujmber:

http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MzE4Nzg=

http://sang-pemulung.blogspot.com/2007_10_01_archive.html

Categories: Uncategorized Tag:

MENJELANG ROMADHON

September 1, 2008 iwanul 1 comment

bersihkan hati, pikiran, dan perbuatan dari hal-hal yang di benci Allah…….
mari qt jadikan bulan suci yg akan datang seakan2 bulan terahir bagi qt…
berbuat baik, berlaku amal, dan ibadah qt jadikan agenda hidup….
setelah qt mlupakanNya sekian lama, mari qt coba kembali kepadanya.
qt mulai dari meng-ingat2 masakecil qt,
qt disayang orang tua, qt selalu diajarkan hal-hal baik, qt diajarkan ke masjid,
perlahan2 qt dajarkan cara sholat dan membaca Al-Qur’an, dari membaca iqro’ sampai menghafal surat2 pndek…
dan ternyata saat qt tmbuh dewasa dg segala kbutuhan, gengsi, pangkat, materi, nafsu
qt mlupakanya-bhkansengaja menganggp tdk pnting
mari qt awali hari ini dgn berbuat baik dan menumbuhkan kembali semangat cinta qt kepadaNya yg menguasai hidup sekalian alam.
setelah itu mari qt rasakan apa yang akan qt dapatkan…

Categories: Uncategorized

Hello world!

Agustus 29, 2008 iwanul 1 comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories: Uncategorized